Mengapa Irlandia Jadi Negara Eropa Paling Pro-Palestina?

“Pengakuan adalah tindakan yang memiliki nilai politik dan simbolik yang kuat,” kata Taoiseach (Perdana Menteri) Simon Harris ketika dia menyatakan bahwa Irlandia akan mengakui Palestina sebagai sebuah negara. “Dari sejarah kami, kami tahu apa artinya.” Dengan kata-kata yang kuat ini, Harris membangkitkan rasa kekeluargaan dengan orang-orang Palestina. Ini tentu berakar kuat dalam masyarakat Irlandia dan sejarah pemerintahan kolonial Inggris.

Irlandia memang jadi salah satu negara Eropa yang paling vokal mengkritik perang Israel di Gaza dan salah satu negara paling pro-Palestina di dunia. Dilansir dari Telegraph, tidak sulit untuk mengidentifikasi bagaimana hal ini muncul.

Pada bulan Januari 1919, politisi Irlandia mendeklarasikan kemerdekaan dari Inggris, mendirikan pemerintahan di Dublin, dan mengklaim pengakuan setiap negara bebas di dunia. Perang terjadi, namun tiga tahun kemudian, Inggris mengakui Negara Bebas Irlandia sebagai sebuah langkah besar menuju republik masa depan. Harris mengatakan bahwa deklarasi tersebut adalah permohonan pengakuan internasional atas kemerdekaan, menekankan identitas nasional yang berbeda, perjuangan sejarah, dan hak menentukan nasib sendiri dan keadilan. “Saat ini kami menggunakan bahasa yang sama untuk mendukung pengakuan Palestina sebagai sebuah negara,” katanya di Dublin. Pengumuman terkoordinasi dengan Norwegia dan Spanyol memicu tanggapan marah dari Israel, yang kemudian menarik duta besar mereka dari Irlandia.

Yang membuat Dublin kesal, media di Yerusalem diizinkan memfilmkan duta besar Sonya McGuinness setelah dipanggil ke kementerian luar negeri Israel untuk mendapat teguran resmi. Dia diperlihatkan video sandera perempuan yang disandera selama serangan Hamas pada 7 Oktober. Tindakan tersebut tidak dapat diterima Micheál Martin, wakil perdana menteri Irlandia. Dana Erlich, duta besar Israel untuk Irlandia, menuduh Irlandia memiliki obsesi yang tidak proporsional terhadap Israel.

“Ini sudah melampaui kritik normal, ini adalah fitnah terhadap seluruh masyarakat,” katanya kepada Irish Times. Dia memperingatkan pemerintahnya akan meninjau kegiatan diplomatik, ekonomi, dan kemanusiaan Irlandia di Palestina.

Sumber : Kompas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *